Framework

Cara Menggunakan VoidCallback dan Function(x) Callbacks untuk Berkomunikasi Antar Widget di Flutter

Dalam Flutter untuk komunikasi antar widget bisa menggunakan VoidCallback dan Function Callback. VoidCallbacks adalah callback yang tidak...

GRATIS!!! Sertifikat SSL dengan Let’s Encrypt dan Apache

Secure Sockets Layer (SSL), adalah protokol kriptografi yang dirancang untuk memberikan keamanan komunikasi melalui jaringan komputer. SSL akan...

Cara Install Yii2 Advanced via Composer

Alasan utama untuk bermigrasi ke Yii2 Advanced Template adalah untuk penerapan fitur manajemen pengguna seperti daftar, masuk, keluar, dan setel...
Cara Menggunakan VoidCallback dan Function(x) Callbacks untuk Berkomunikasi Antar Widget di Flutter

Cara Menggunakan VoidCallback dan Function(x) Callbacks untuk Berkomunikasi Antar Widget di Flutter

Dalam Flutter untuk komunikasi antar widget bisa menggunakan VoidCallback dan Function Callback. VoidCallbacks adalah callback yang tidak mengembalikan nilai ke Parent Widget. Hal ini akan berguna jika kita hanya ingin memberitahu Parent Widget peristiwa yang terjadi pada Child Widget. Function Callback adalah callback yang memberi tahu Parent Widget suatu peristiwa yang terjadi di Child Widget dan juga mengembalikan nilai ke Parent Widget. typedef VoidCallback = void Function(); VoidCallbacks dan Function Callback sebenarnya adalah sama-sama sebuah fungsi. Perbedaannya hanya pada VoidCallback tidak memiliki argumen dan tidak mengembalikan data. Pada artikel ini, Bardimin akan memberikan contoh sederhana penggunaan VoidCallback dan Function Callback pada aplikasi Flutter sederhana 1. Membuat proyek baru Flutter Sebagai langkah pertama, buat proyek baru Flutter dengan Android Studio. Anda bisa melihat integrasi Flutter dan Android Studio pada artikel Cara Mudah Instal Flutter di...

Cara Mengubah Minsdkversion di Flutter

Cara Mengubah Minsdkversion di Flutter

Ketika sedang bekerja dengan Flutter dan menggunakan paket-paket eksternal seringkali anda harus mengubah Minsdkversion sesuai dengan paket yang anda gunakan. Ada beberapa cara untuk mengubah Minsdkversion di Flutter, untuk lebih jelasnya ikuti artikel berikut ini. Flutter Sebelum Versi 2.8 Buka file “build.gradle” pada “Project > android > app > build.gradle”.Pada “defaultConfig” ubah nilai “Minsdkversion”.Jalankan “flutter clean”. Flutter Setelah Versi 2.8 Buka file “local.properties” pada “Project > android > local.properties”.Pada baris terakhir tambahkan: flutter.minSdkVersion=21 flutter.targetSdkVersion=30 flutter.compileSdkVersion=30 Kemudian pada “build.gradle” ubah menjadi. minSdkVersion localProperties.getProperty('flutter.minSdkVersion').toInteger() targetSdkVersion localProperties.getProperty('flutter.targetSdkVersion').toInteger() Jalankan “flutter clean”.

Cara Mudah Instal Flutter di Android Studio dan Windows

Cara Mudah Instal Flutter di Android Studio dan Windows

Flutter adalah framework open-source yang dikembangkan oleh Google untuk membangun aplikasi multi-platform yang indah, dikompilasi secara asli, dari satu basis kode. Sebagai SDK aplikasi seluler, Flutter memungkinkan pengembang mengembangkan antarmuka asli berkualitas tinggi untuk perangkat iOS, Android, Web, macOS, dan Linux menggunakan basis kode tunggal. Ini memungkinkan pengembang untuk menulis kode sekali dan menggunakannya pada perangkat lunak yang berbeda. Pada artikel ini, Bardimin akan memberikan panduan untuk melakukan instalasi flutter di Android Studio dan Windows. Persyaratan Sistem Minimum Untuk bisa menggunakan Flutter pada Windows, Anda harus memastikan bahwa sistem yang anda gunakan memenuhi persyaratan sebagai berikut: Sistem operasi minimal Windows 7Ruang penyimpanan: 1,64 GBWindows PowerShell 5.0 or yang lebih baru (pre-installed di Windows 10)Git for Windows 2.x Instal Flutter SDK Download Flutter SDK Stable Channel versi terakhir.Ekstrak file zip hasil download...

Cara Mengaktifkan HTTP/2 di Apache XAMPP

Cara Mengaktifkan HTTP/2 di Apache XAMPP

Protokol HTTP/2 lebih cepat dari HTTP/1.1 karena mampu menangani antrian sumber daya dan menanganinya secara simultan. HTTP/2 menggunakan koneksi TCP tunggal untuk mengirim beberapa aliran data sekaligus sehingga tidak terjadi satu sumber daya yang akan memblokir sumber daya lainnya. HTTP/2 melakukan ini dengan membagi data menjadi pesan kode biner dan memberi nomor pada pesan-pesan ini sehingga klien mengetahui aliran mana yang dimiliki setiap pesan biner. Sedangkan HTTP/1.1 memuat sumber daya satu demi satu, jadi jika satu sumber daya tidak dapat dimuat akan memblokir semua sumber daya lain di belakangnya. Oleh karena itu HTTP/2 memiliki kinerja dan kecepatan yang lebih baik daripada HTTP/1.1 Jika anda ingin mengaktifkan HTTP/2 pada Webserver Apache, Anda bisa mengikuti panduan yang Bardimin buat berikut ini. 1. Mengaktifkan Modul HTTP/2 Apache Sebagai langkah pertama, Anda harus mengaktifkan modul HTTP/2 pada Apache. Buka file “httpd.conf” yang merupakan file konfigurasi utama...

Cara menonaktifkan Directory Listing menggunakan .htaccess

Cara menonaktifkan Directory Listing menggunakan .htaccess

Directory Listing memungkinkan pengunjung website anda untuk mendapatkan daftar lengkap semua file dan folder yang berada pada situs anda. Browser akan menampilkan semua isi dari direktori jika anda tidak membuat file “index.html” dalam direktori tersebut. Melindungi direktori anda dengan mencegah atau menonaktifkan Directory Listing dari pengunjung situs web anda akan meningkatkan keamanan situs web anda. Setidaknya akan mempersulit orang yang berniat mencari celah keamanan dari situs web anda. Jika anda tidak memberikan perlindungan pada direktori yang anda buat ketika seseorang mengakses direktori tersebut akan tampil seperti berikut. Anda bisa melihat semua isi dari direktori akan tampil pada browser. Untuk melindunginya anda bisa menambahkan file “index.html” kosong pada tiap direktori yang anda buat. Cara lainnya adalah anda menambahkan file “.htaccess” pada root dari situs web anda. Anda bisa membuat file tersebut dengan Notepad dan menambahkan kode berikut pada file...

[Yii2] Perbandingan Kecepatan Cache

[Yii2] Perbandingan Kecepatan Cache

Sebagian besar pengembang website cenderung mengabaikan caching tanpa menyadari bahwa hal itu dapat merugikan aplikasi mereka. Penundaan satu detik dalam waktu akses dapat berarti Anda kehilangan pelanggan atau pengguna karena pesaing. Yii2 mendukung caching dalam berbagai metode. Mendukung caching fragmen, caching data, caching halaman dan konten dinamis. Komponen penyimpanan cache dapat ditukar tanpa harus mengubah kode yang menggunakan cache. Dalam artikel ini, kita akan membuat perbandingan kecepatan cache dalam beberapa metode. Tanpa menggunakan cacheFileCacheDbCacheRedis Langkah-langkah membuat perbandingan kecepatan cache pada yii2 Menyiapkan tabel dengan menggunakan MySQL CREATE TABLE `test_cache` ( `id` INTEGER(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT, `data` VARCHAR(20) COLLATE utf8mb4_general_ci DEFAULT NULL, PRIMARY KEY USING BTREE (`id`) ) ENGINE=InnoDB AUTO_INCREMENT=1 ROW_FORMAT=DYNAMIC CHARACTER SET 'utf8mb4' COLLATE 'utf8mb4_general_ci'; Buat tabel sederhana dengan kolom id dan...

[yii2] Template Gii CRUD untuk Satu Halaman Ajax

[yii2] Template Gii CRUD untuk Satu Halaman Ajax

Gii adalah ekstensi, yang menyediakan generator kode berbasis web untuk menghasilkan model, form, modul, CRUD, dan sebagainya. Secara default, generator berikut tersedia Model Generator - Menghasilkan kelas ActiveRecord untuk tabel database yang ditentukan.CRUD Generator - Menghasilkan pengontrol dan tampilan yang mengimplementasikan operasi CRUD (Buat, Baca, Perbarui, Hapus) untuk model yang ditentukan.Controller Generator - Menghasilkan kelas pengontrol baru dengan satu atau beberapa tindakan pengontrol dan tampilan yang sesuai.Form Generator - Menghasilkan file skrip tampilan yang menampilkan formulir untuk mengumpulkan input untuk kelas model yang ditentukan.Module Generator - Menghasilkan kode kerangka yang dibutuhkan oleh modul Yii.Extension Generator - Menghasilkan file yang dibutuhkan oleh ekstensi Yii. Dengan menggunakan Gii, penulisan kode menjadi lebih cepat dan mudah. Ketika kita ingin membuat operasi CRUD terjadi dalam satu halaman, tanpa berpindah halaman, template...

Dashboard Aplikasi Real Time dengan Yii2, Node.js, MySQL dan Chart.js

Dashboard Aplikasi Real Time dengan Yii2, Node.js, MySQL dan Chart.js

Dalam artikel ini kita akan membuat sebuah dashboard yang bisa menampilkan grafik dari data secara real time. Data yang kita gunakan sebagai simulasi adalah populasi penduduk suatu kota. Jika kita melakukan update data penduduk, menambahkan atau menghapus, tampilan grafik akan berubah secara real time tanpa perlu melakukan refresh dari halaman. Sebelum kita memulai, kita perlu mempersiapkan: Webserver sudah terpasang, lihat Cara Konfigurasi Virtual Host XAMPP di Windows 10.Yii2 sudah terpasang, lihat Cara Install Yii2 Advanced via Composer.Node.js sudah terpasang, lihat Membuat aplikasi real time dengan Node.js.Chart.js. Langkah-Langkah Membuat Dashboard Aplikasi Real Time dengan Yii2, Node.js, MySQL dan Chart.js A. Membuat tabel dengan MySQL Buat tabel dengan nama "city", dan kolom dengan nama "id" dan "population". Atau lebih mudahnya anda dapat menjalankan script sql berikut ini CREATE TABLE `city` ( `id` CHAR(16) NOT NULL PRIMARY KEY, `population` INT(11) NOT NULL DEFAULT '0' )...