Ransomware adalah salah satu bentuk dari malware yang menginfeksi sistem dan mengenkripsi file yang ada dalam sistem. Jika anda terkena serangan Ransomware, anda tidak akan dapat mengakses data karena file data anda telah dienkripsi. Untuk bisa mengakses kembali file data tersebut, anda harus melakukan deskripsi pada file tersebut. Untuk bisa melakukan deskripsi, anda membutuhkan kunci deskripsi yang dimiliki oleh penyerang Ransomware. Biasanya para penyerang tersebut akan meminta uang tebusan sebagai ganti dari kunci deskripsi.  Setelah uang tebusan anda bayarkan, anda hanya bisa berharap bahwa penyerang akan memberikan kunci deskripsi dan mendapatkan kembali akses ke file anda. Sampai saat ini, belum terbukti ada antivirus yang mampu mencegah semua jenis Ransomware yang terus berkembang. Salah satu cara paling efektif dan mudah untuk melindungi file data adalah dengan membatasi akses ke file tersebut. Hanya aplikasi yang telah mendapatkan ijin yang bisa dan boleh melakukan perubahan pada file tersebut. Microsoft Windows telah mempunyai salah satu fitur untuk menangkal serangan ransomware yang bernama “Controlled folder access”. “Controlled folder access” bekerja dengan cara melakukan blokir terhadap semua aplikasi untuk melakukan perubahan pada file yang dilindungi. Untuk bisa melakukan perubahan pada file tersebut, anda harus menambah aplikasi yang anda percaya ke dalam daftar white list. Hanya aplikasi yang ada dalam daftar white list yang boleh melakukan...