BlueStacks lebih ringan dan cepat daripada Emulator Android Studio, sehingga sangat cocok sebagai Emulator alternatif. Sebagai seorang developer android, Anda mungkin sudah terbiasa menjalankan proyek android anda menggunakan Android Virtual Device (AVD). Untuk menjalankan AVD dengan lancar membutuhkan spesifikasi PC/Laptop yang bagus. Jika spesifikasi PC anda kurang bagus, menggunakan AVD akan terasa sangat lambat dan menjengkelkan. BlueStacks adalah salah satu emulator android yang cukup populer karena ringan dan cepat. Anda bisa menggunakan BlueStacks sebagai emulator dari Android Studio untuk menjalankan proyek anda. Pada tutorial ini menggunakan: Android Studio BumblebeeBlueStacks 5 Cara menyambungkan BlueStacks ke Android Studio 1. Mengaktifkan Android Debug Bridge (ADB) di BlueStacks Untuk mengaktifkan ADB anda arahkan ke “Settings > Advanced”. Kemudian pada panel bagian kanan pada “Android Debug Bridge” hidupkan dengan menggeser saklar ke kanan. Kemudian klik tombol “Save changes” untuk menyimpan perubahan tersebut. 2. Sambungkan adb ke BlueStacks Sebelum menyambungkan, Anda catat terlebih dahulu port ADB yang digunakan oleh BlueStacks. Pada contoh gambar tersebut, BlueStacks bisa terkoneksi pada “127.0.0.1:64264”. Port yang digunakan akan selalu berubah setiap anda memulai BlueStacks. Sambungkan adb yang terletak pada direktori “C:\Users\UserName\AppData\Local\Android\Sdk\platform-tools” atau “%LocalAppData%\Android\sdk\platform-tools”. Buka Command Prompt (CMD)...