NAT (Network Address Translation) merupakan suatu mekanisme yang memungkinkan perangkat dengan alamat IP privat untuk terhubung dengan jaringan publik, seperti internet. Keberadaan NAT sangat krusial dalam jaringan kontemporer mengingat jumlah alamat IP publik yang terbatas, sementara permintaan untuk perangkat yang terhubung ke internet terus meningkat.
NAT berfungsi dengan cara menerjemahkan alamat IP privat menjadi alamat IP publik, sehingga perangkat dalam jaringan privat dapat mengakses internet tanpa memerlukan alamat IP publik masing-masing. Dengan demikian, NAT menjadi solusi yang efisien dalam penggunaan alamat IP dan melindungi jaringan privat dari akses langsung oleh pihak luar.
Tujuan Utama NAT
NAT menyembunyikan alamat IP privat perangkat dari jaringan eksternal, sehingga meningkatkan perlindungan terhadap potensi ancaman.
Dengan menyembunyikan struktur internal jaringan, NAT membantu mengurangi kemungkinan serangan langsung terhadap perangkat.
2. Efisiensi Penggunaan Alamat IP
NAT memungkinkan banyak perangkat untuk berbagi satu atau beberapa alamat IP publik, sehingga mengurangi kebutuhan akan alamat IP publik yang terbatas. Hal ini sangat bermanfaat dalam menghadapi keterbatasan alamat IPv4.
3. Kemudahan dalam Administrasi Jaringan
NAT memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan jaringan karena tidak sepenuhnya bergantung pada ISP untuk alokasi IP.
Administrator dapat dengan mudah mengelola jaringan privat tanpa harus mempublikasikan setiap perangkat ke internet.
Jenis-Jenis NAT
1. Static NAT
Static NAT merupakan metode translasi alamat jaringan di mana satu alamat IP privat selalu diterjemahkan menjadi satu alamat IP publik tertentu. Dalam Static NAT, hubungan antara alamat IP privat dan alamat IP publik bersifat permanen, yang berarti tidak mengalami perubahan seiring waktu.
Static NAT umumnya digunakan pada perangkat yang memerlukan akses langsung dari jaringan publik, seperti server web, server email, atau perangkat lain yang memerlukan alamat IP yang dapat diakses dari luar.
Contoh Penggunaan pada Server Internal
Sebagai contoh, sebuah perusahaan memiliki server internal dengan alamat IP privat 192.168.1.10. Server ini perlu diakses oleh pengguna dari internet. Dengan menggunakan Static NAT, administrator jaringan dapat mengonfigurasi agar alamat IP publik 203.0.113.10 selalu terhubung ke alamat IP privat 192.168.1.10.


Hal ini memungkinkan server tersebut tetap dapat diakses dari internet menggunakan alamat IP publik tanpa harus mengungkapkan alamat IP privatnya.
Keuntungan Static NAT
Static NAT memberikan alamat IP publik yang konsisten kepada perangkat di jaringan privat, sehingga memudahkan pengelolaan akses jaringan.
Karena alamat IP publik bersifat tetap, Static NAT mempermudah proses registrasi dalam DNS. Contohnya, nama domain www.contohperusahaan.com dapat dihubungkan dengan alamat IP publik server melalui DNS.
Dengan pengaitan yang permanen, perangkat seperti server dapat diakses kapan saja tanpa perlu mengubah konfigurasi alamat IP.
Static NAT merupakan solusi yang ideal untuk perangkat jaringan yang memerlukan konektivitas langsung ke internet sambil tetap menjaga keamanan struktur jaringan internal.
2. Dynamic NAT
NAT Dinamis adalah suatu metode translasi alamat jaringan di mana alamat IP privat diterjemahkan secara dinamis menjadi salah satu alamat IP publik yang tersedia dari rentang yang telah ditentukan. Berbeda dengan NAT Statis, NAT Dinamis tidak mengaitkan secara tetap antara alamat IP privat dan publik. Sebaliknya, perangkat dalam jaringan privat akan mendapatkan alamat IP publik secara sementara hanya saat diperlukan, seperti ketika perangkat tersebut berusaha mengakses internet.
Contoh Skenario: Koneksi Klien dengan Alamat Privat ke Internet
Misalkan sebuah kantor kecil memiliki jaringan dengan beberapa perangkat yang masing-masing memiliki alamat IP privat, seperti 192.168.1.2, 192.168.1.3, dan seterusnya. Router di jaringan tersebut telah dikonfigurasi dengan NAT Dinamis dan memiliki rentang alamat IP publik yang tersedia, contohnya 203.0.113.10 – 203.0.113.20.
Ketika salah satu perangkat, misalnya 192.168.1.2, berusaha mengakses internet, router akan secara dinamis memberikan salah satu alamat IP publik dari rentang yang tersedia, misalnya 203.0.113.10, untuk digunakan selama sesi koneksi. Alamat tersebut akan dilepaskan setelah koneksi selesai sehingga dapat digunakan oleh perangkat lain.


Keuntungan NAT Dinamis
NAT Dinamis memungkinkan beberapa perangkat di jaringan privat untuk berbagi rentang kecil alamat IP publik. Hal ini sangat efisien, terutama jika hanya sebagian kecil perangkat yang memerlukan akses internet pada waktu yang bersamaan.
Dengan memberikan alamat IP publik secara sementara, NAT Dinamis membantu mengatasi keterbatasan alamat IPv4 dengan memanfaatkan alamat publik secara bergantian.
NAT Dinamis sangat sesuai untuk jaringan dengan banyak perangkat klien yang jarang mengakses internet secara bersamaan, seperti di kantor kecil atau jaringan rumah.
3. NAT Overloading (PAT)
NAT Overloading, yang juga dikenal sebagai PAT (Port Address Translation), merupakan suatu teknik translasi alamat jaringan yang memungkinkan sejumlah perangkat dalam jaringan privat untuk menggunakan satu alamat IP publik dalam mengakses internet.
Berbeda dengan Static atau Dynamic NAT, NAT Overloading memanfaatkan nomor port sebagai identifikasi. Setiap perangkat privat yang terhubung ke internet akan diberikan port yang unik, yang terhubung dengan alamat IP publik tunggal.
Dengan metode ini, router dapat mengenali perangkat yang sedang berkomunikasi berdasarkan kombinasi antara alamat IP publik dan nomor port. Hal ini menjadikan NAT Overloading sangat efisien, terutama pada jaringan yang memiliki banyak perangkat namun hanya memiliki satu atau beberapa alamat IP publik.
Cara Satu IP Publik Dapat Melayani Banyak Perangkat Privat Menggunakan Port
Sebagai contoh, sebuah jaringan privat memiliki beberapa perangkat dengan alamat IP privat, seperti:
- 192.168.1.2
- 192.168.1.3
- 192.168.1.4
Jaringan ini hanya memiliki satu alamat IP publik, contohnya 203.0.113.1. Dengan menggunakan NAT Overloading, router akan melakukan translasi sebagai berikut:
- Perangkat 192.168.1.2 mengirimkan permintaan ke internet. Router akan mengubah alamat IP-nya menjadi 203.0.113.1:12345, di mana 12345 adalah nomor port yang unik.
- Perangkat 192.168.1.3 juga mengirimkan permintaan, dan router mengubahnya menjadi 203.0.113.1:12346, dengan nomor port yang berbeda.
- Begitu pula dengan perangkat 192.168.1.4, yang diterjemahkan menjadi 203.0.113.1:12347.
Ketika balasan dari internet diterima, router akan menggunakan nomor port untuk menentukan perangkat mana dalam jaringan privat yang seharusnya menerima data tersebut.
Manfaat NAT Overloading (PAT)
Dengan memanfaatkan satu alamat IP publik untuk sejumlah perangkat, NAT Overloading berkontribusi dalam menghemat sumber daya alamat IP yang terbatas.
Sangat ideal untuk jaringan yang memiliki banyak perangkat yang memerlukan akses internet secara bersamaan, seperti pada jaringan rumah atau kantor kecil.
Perangkat dalam jaringan privat tetap tidak terlihat oleh internet karena hanya alamat IP publik yang terpapar, sehingga meningkatkan perlindungan terhadap kemungkinan serangan.
Melalui NAT Overloading, jaringan dapat secara efektif mengelola konektivitas internet untuk berbagai perangkat tanpa perlu menggunakan banyak alamat IP publik.
Proses Kerja NAT
Proses kerja NAT (Network Address Translation) dimulai ketika perangkat dalam jaringan lokal yang memiliki alamat IP privat ingin terhubung ke internet. Saat permintaan dikirim, router yang mengelola NAT akan mentranslasikan alamat IP privat menjadi alamat IP publik.
Router ini dilengkapi dengan tabel NAT yang menyimpan informasi mengenai hubungan antara alamat IP privat dan publik. Ketika permintaan keluar, router akan mengganti alamat IP privat dengan alamat IP publik yang sesuai dari tabel NAT sebelum mengirimkan paket data ke internet.
Cara Kerja Tabel NAT: Kolom Internal (Privat) dan Eksternal (Publik)
Tabel NAT pada router terdiri dari beberapa kolom, termasuk kolom untuk alamat IP internal (privat) dan alamat IP eksternal (publik). Setiap kali translasi dilakukan, router mencatat hubungan ini dalam tabel. Sebagai contoh, jika perangkat dengan alamat IP privat 192.168.1.10 mengirimkan permintaan ke internet, router akan mencatat hubungan ini.
| Alamat IP Internal | Alamat IP Eksternal |
| 192.168.1.10 | 203.0.113.5 |
Ketika paket data tiba dari internet, router akan memanfaatkan tabel NAT untuk mengonversi alamat IP publik kembali ke alamat IP privat yang sesuai, kemudian mengirimkan data tersebut ke perangkat yang tepat dalam jaringan lokal.
Studi Kasus: Interaksi antara Perangkat di Jaringan Privat dan Internet
Misalkan terdapat dua perangkat dalam jaringan lokal: PC1 dengan alamat IP privat 192.168.1.2 dan PC2 dengan alamat IP privat 192.168.1.3. Ketika PC1 berusaha mengakses situs web di internet, berikut adalah langkah-langkah yang terjadi:
- Permintaan dari PC1: PC1 mengirimkan permintaan ke situs web (contohnya, www.example.com). Paket data ini memiliki alamat sumber 192.168.1.2.
- Translasi oleh Router: Router menerima paket tersebut dan mengidentifikasi bahwa alamat sumber adalah privat. Router kemudian mengganti alamat sumber dengan alamat publik yang telah ditentukan (misalnya, 203.0.113.5) dan mencatat pengaitan dalam tabel NAT.
- Pengiriman ke Internet: Paket data yang telah ditranslasi kini dikirimkan ke internet dengan alamat sumber 203.0.113.5.
- Balasan dari Situs Web: Ketika situs web memberikan balasan, balasan tersebut akan dikirimkan ke alamat publik 203.0.113.5.
- Kembali ke PC1: Router menerima balasan tersebut dan menggunakan tabel NAT untuk mengonversi kembali alamat publik 203.0.113.5 menjadi alamat privat 192.168.1.2 sebelum mengirimkan paket tersebut kembali ke PC1.
Dengan cara ini, perangkat dalam jaringan privat dapat berkomunikasi dengan internet meskipun mereka menggunakan alamat IP privat yang tidak dapat dikenali oleh jaringan eksternal, berkat mekanisme translasi yang dikelola oleh router melalui tabel NAT-nya.
Perbandingan Static NAT dan Dynamic NAT
| Aspek | Static NAT | Dynamic NAT |
| Keunggulan | – Alamat IP publik bersifat tetap. | – Lebih efisien dalam penggunaan alamat IP publik. |
| – Cocok untuk server yang memerlukan akses tetap. | – Menghemat sumber daya IP karena penggunaan bergantian. | |
| – Mudah diregistrasi ke DNS. | – Sangat cocok untuk jaringan dengan banyak klien. | |
| Keterbatasan | – Membutuhkan satu alamat IP publik untuk setiap perangkat privat. | – Perangkat tidak memiliki IP publik tetap. |
| – Tidak efisien untuk jaringan besar dengan banyak perangkat. | – Tidak dapat digunakan untuk perangkat yang perlu diakses dari internet. |
Kapan Menggunakan Static NAT dan Dynamic NAT
1. Static NAT
Diterapkan ketika suatu perangkat dalam jaringan privat memerlukan alamat IP publik yang konsisten.
Ideal untuk server web, server email, atau perangkat lain yang memerlukan akses berkelanjutan dari internet.
Contohnya, sebuah perusahaan memiliki server dengan alamat IP privat 192.168.1.10 yang ingin diakses dari internet menggunakan alamat IP publik 203.0.113.10. Static NAT menjamin penghubungan ini tetap terjaga.
2. Dynamic NAT
Digunakan saat banyak perangkat dalam jaringan privat memerlukan akses ke internet, tetapi tidak memerlukan alamat IP publik yang tetap.
Sesuai untuk klien yang hanya melakukan komunikasi ke internet, seperti komputer pengguna di kantor atau perangkat IoT.
Sebagai contoh, sebuah kantor kecil dengan jaringan privat 192.168.1.0/24 memanfaatkan rentang IP publik 203.0.113.10 – 203.0.113.20 untuk memberikan akses sementara bagi perangkat-perangkat mereka.

