Windows 11 adalah sistem operasi terbaru dari Microsoft yang membawa banyak pembaruan dan fitur baru. Namun, satu pertanyaan yang muncul adalah mengapa file dan folder sistem masih dapat dilihat oleh pengguna. Di zaman di mana keamanan dan privasi sangat penting, sistem operasi modern seperti iOS dan Chrome OS telah menyembunyikan file sistem dari pengguna biasa. Mengapa Windows 11 tidak melakukan hal yang sama?
Pertanyaan ini semakin penting ketika kita melihat bahwa Windows 11 masih mempertahankan elemen dari sistem operasi lama, seperti Windows 95. Meskipun tampilan antarmukanya telah diperbarui, struktur file dan folder yang dapat diakses oleh pengguna tetap sama. Ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan dan privasi, terutama di lingkungan perusahaan di mana data sensitif sering disimpan dan diakses.
Bardimin akan membahas alasan di balik keputusan Microsoft untuk membiarkan file sistem terlihat. Kami akan menjelajahi bagaimana warisan teknologi lama, kebutuhan perusahaan, dan data telemetry yang dikumpulkan oleh Microsoft memengaruhi keputusan ini. Selain itu, kami akan melihat upaya Microsoft dalam meningkatkan keamanan melalui proyek seperti Windows 10X, dan mengapa proyek tersebut akhirnya dibatalkan.

Kenapa Windows 11 Masih Mirip dengan Pendahulunya?
Windows 11, meskipun dianggap sebagai sistem operasi yang modern, masih menyimpan banyak elemen dari pendahulunya, terutama Windows 95. Salah satu hal yang paling terlihat adalah struktur file dan folder yang tetap familiar bagi pengguna. Meskipun tampilan antarmuka telah diperbarui dengan desain yang lebih bersih dan modern, sistem file masih mudah diakses oleh pengguna biasa.
Alasan Windows 11 Masih Mengadopsi Warisan Windows 95
1. Kompatibilitas dengan Aplikasi Lama:
Banyak aplikasi yang dibuat untuk Windows 95 dan versi sebelumnya masih digunakan hingga kini, terutama di perusahaan. Microsoft perlu memastikan aplikasi-aplikasi ini tetap berjalan di Windows 11, sehingga struktur file dan folder yang lama tetap ada.
2. Kebutuhan Pengguna Perusahaan:
Banyak perusahaan besar bergantung pada perangkat lunak yang telah ada selama bertahun-tahun. Mengubah struktur file sistem operasi bisa menyebabkan masalah dengan aplikasi lama, yang dapat mengganggu kelancaran bisnis.
3. Keterbatasan Teknologi di Era Windows 95:
Pada zaman Windows 95, konsep keamanan dan isolasi file sistem belum seketat sekarang. Banyak program dari era itu memerlukan akses langsung ke file sistem, dan mengubah hal ini akan memerlukan perubahan besar pada kode program.
Dampak Warisan Windows 95 pada Windows 11
Visibilitas File Sistem:
Pengguna Windows 11 masih bisa melihat dan mengakses folder seperti C:Windows atau C:Program Files, yang menyimpan file-file penting dari sistem operasi. Ini berbeda dengan sistem modern seperti iOS atau Chrome OS, di mana file sistem sepenuhnya tersembunyi dari pengguna biasa.
Keamanan yang Kurang Optimal:
Dengan file sistem yang terlihat, ada risiko tinggi kesalahan pengguna (seperti menghapus file penting) atau serangan malware yang menargetkan file sistem. Meskipun User Account Control (UAC) diperkenalkan sejak Windows Vista untuk meningkatkan keamanan, struktur file yang terbuka masih menjadi celah.
Contoh Nyata: Antarmuka yang Tidak Berubah
File Explorer:
Walaupun sudah diperbarui, File Explorer di Windows 11 masih memiliki fungsi dan struktur yang mirip dengan Windows 95. Pengguna masih bisa dengan mudah menelusuri direktori sistem, yang seharusnya tidak perlu dilakukan oleh pengguna biasa.
Registry Editor:
Alat seperti Registry Editor masih dapat diakses, meskipun penggunaannya memerlukan pengetahuan teknis yang mendalam. Ini adalah warisan dari era Windows 95, di mana pengguna sering kali perlu mengedit registry secara manual untuk mengatasi masalah.
Alasan File Sistem Operasi Terlihat oleh Pengguna
Windows 11 masih memberikan akses ke beberapa file sistemnya. Ini dilakukan karena Microsoft harus menjaga keseimbangan antara keamanan, kompatibilitas, dan pengalaman pengguna. Berikut adalah beberapa alasan utama yang mempengaruhi keputusan ini:
Kompatibilitas dengan Aplikasi Lama
Salah satu alasan utama Microsoft mempertahankan akses ke file sistem adalah untuk memastikan kompatibilitas dengan aplikasi bisnis dan enterprise yang sudah lama ada.
Aplikasi Win32 & Legacy
Banyak organisasi masih menggunakan aplikasi lama berbasis Win32 yang dibuat bertahun-tahun lalu. Aplikasi ini sering kali memerlukan akses ke file penting sistem operasi agar dapat berfungsi dengan baik.
Pengaturan Kompatibilitas Program
Di Windows 11 Enterprise, Microsoft masih menyediakan fitur Pengaturan Kompatibilitas Program yang memungkinkan aplikasi lama beroperasi di lingkungan yang lebih baru tanpa masalah.
Biaya Migrasi yang Tinggi
Jika Microsoft menutup akses ke file sistem sepenuhnya, perusahaan harus memperbarui atau mengganti aplikasi mereka. Proses ini mahal, memakan waktu, dan memerlukan pelatihan ulang karyawan, sehingga banyak bisnis memilih untuk tetap menggunakan sistem yang ada.
Kebutuhan Administrator & Pengguna Profesional
Pengguna tingkat lanjut seperti administrator sistem, pengembang perangkat lunak, dan gamer PC memerlukan akses ke file sistem yang sangat penting.
Pengembang & Teknisi IT
Profesional ini sering membutuhkan akses ke file sistem untuk debugging, pengembangan perangkat lunak, dan pemeliharaan perangkat. Mereka sering menggunakan fitur seperti Windows Registry, Event Viewer, dan Group Policy Editor dalam pekerjaan mereka.
Gamer PC & Tweaker
Beberapa gamer mengakses file sistem untuk memodifikasi game atau meningkatkan performa perangkat. Contohnya termasuk konfigurasi DirectX, driver GPU, atau overclocking perangkat keras.
Command Prompt & PowerShell
Alat seperti Command Prompt (CMD) dan PowerShell memerlukan akses ke berbagai direktori sistem untuk menjalankan perintah administratif, mengelola jaringan, dan melakukan tugas otomatisasi.
Keputusan Bisnis Microsoft
Microsoft memiliki alasan strategis untuk tetap memberikan akses ke file sistem, yang didasarkan pada data telemetri dan pengalaman pengguna di perusahaan.
Penggunaan Data Telemetri
Microsoft mengumpulkan data anonim dari pengguna Windows di seluruh dunia. Dari data ini, mereka menemukan bahwa banyak perusahaan masih menggunakan aplikasi lama yang memerlukan akses ke file sistem. Oleh karena itu, jika akses ini dibatasi, bisa mengganggu operasional perusahaan.
Kegagalan Windows 10X
Microsoft pernah mencoba membuat sistem operasi yang lebih aman dengan Windows 10X, di mana aplikasi berjalan dalam lingkungan virtual yang terpisah dari file sistem. Namun, proyek ini gagal karena kinerja yang tidak memuaskan, terutama pada perangkat keras yang lebih rendah.
Microsoft Mengutamakan Pasar Korporat
Bisnis dan perusahaan besar adalah target utama Microsoft, bukan pengguna pribadi. Oleh karena itu, kebijakan yang terlalu membatasi akses ke file sistem bisa merugikan perusahaan yang masih menggunakan perangkat lunak lama dan memerlukan kompatibilitas dengan Windows.
Kesimpulan
Microsoft menghadapi tantangan dalam meningkatkan keamanan sambil tetap menjaga kompatibilitas dengan perangkat lunak lama. Di satu sisi, membatasi akses ke file sistem bisa meningkatkan keamanan dan mencegah penyalahgunaan. Namun, di sisi lain, langkah ini bisa menyebabkan masalah kompatibilitas dengan aplikasi lama yang masih digunakan oleh banyak perusahaan dan profesional IT.
Selama perusahaan-perusahaan besar masih bergantung pada program-program lama, Microsoft tidak bisa melakukan perubahan besar pada arsitektur Windows tanpa mengganggu operasi bisnis yang bergantung pada perangkat lunak tersebut.
Windows 11 mungkin tidak menjadi sistem operasi yang paling mutakhir, tetapi tetap menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan yang memerlukan fleksibilitas, kompatibilitas, dan dukungan untuk teknologi lama. Microsoft terus berupaya menemukan keseimbangan antara inovasi dan stabilitas, memastikan pengguna dapat menjalankan aplikasi lama sambil secara bertahap meningkatkan keamanan sistem.


