Membersihkan AC secara berkala sangat penting. Tindakan ini tidak hanya menjaga kinerja dan efisiensi energi AC tetap optimal, namun juga melindungi kesehatan penghuni ruangan dari risiko gangguan pernapasan. Artikel ini menjelaskan mengapa perawatan AC wajib dilakukan dan memberikan panduan teknis langkah demi langkah untuk membersihkan AC split sendiri dengan aman.
Suhu udara di iklim tropis seperti Indonesia menjadikan pendingin udara sebagai kebutuhan utama. Oleh karena itu, unit AC dipakai hampir setiap hari di rumah, kantor, maupun kendaraan. Sayangnya, perangkat vital ini sering kali luput dari perawatan rutin.
AC bekerja dengan mensirkulasikan udara ruangan. Proses ini menyebabkan debu, partikel halus, dan kotoran lain terhisap dan menumpuk di komponen dalamnya. Akibatnya, kinerja unit akan menurun hanya dalam beberapa bulan. Untuk itulah, cara membersihkan AC yang benar perlu dipahami.

Dampak Negatif AC Kotor dan Tidak Terawat
Mengabaikan perawatan AC memiliki konsekuensi serius. Pertama, dari segi kesehatan. Debu dan jamur yang menumpuk di evaporator dan filter akan dilepaskan kembali ke udara. Partikel ini dapat memicu alergi, asma, iritasi saluran pernapasan, dan batuk kronis. Sumber terpercaya seperti EPA (Environmental Protection Agency) menyatakan bahwa kualitas udara dalam ruangan yang buruk merupakan risiko kesehatan signifikan.
Kedua, dari aspek kinerja dan ekonomi. Tumpukan kotoran menghambat sirkulasi udara dan pertukaran panas. Kompresor akan bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan. Hal ini membuat pemakaian listrik membengkak hingga 15-20% dan memperpendek usia pakai unit. Oleh karena itu, perawatan rutin adalah investasi untuk penghematan jangka panjang.
Panduan Lengkap Cara Membersihkan AC Split Sendiri
Sebelum mulai, pastikan unit AC dalam kondisi mati total. Cabut stop kontak atau matikan MCB (Miniature Circuit Breaker) di panel listrik. Siapkan peralatan seperti obeng minus/plus, kuas halus, sikat gigi bekas, ember, cairan pembersih evaporator, selang air, dan lap microfiber.
1. Membersihkan Filter Udara
Buka penutup unit indoor dengan hati-hati. Lepaskan filter udara dengan menariknya ke depan. Anda dapat menyedot debunya dengan vacuum cleaner. Selanjutnya, bilas filter di bawah air mengalir. Gunakan sikat lembut jika kotoran menempel kuat. Keringkan filter secara sempurna sebelum memasangnya kembali. Lakukan langkah ini minimal dua minggu sekali.
2. Membersihkan Sirip Evaporator
Evaporator berada di belakang filter. Sirip-sirip logam ini sangat rapat dan halus. Bersihkan debu permukaan dengan kuas yang diarahkan sejajar sirip. Untuk noda membandel, gunakan cairan pembersih evaporator khusus. Semprotkan secara merata dan biarkan selama waktu yang dianjurkan. Kotoran akan luruh bersama busa. Letakkan kain atau plastik di bawah unit untuk menampung tetesan air kotor.
3. Membersihkan Blower dan Kipas
Bagian blower (roda kipas) sering kali tertutup debu tebal. Putar blower perlahan dan bersihkan setiap sudu dengan sikat gigi dan lap. Anda juga dapat menyemprotkan cairan pembersih. Pastikan tidak ada air yang masuk ke bearing motor. Kipas pada unit outdoor juga perlu disemprot dengan air bertekanan rendah untuk menghilangkan debu dan daun.
4. Perawatan Unit Outdoor
Unit kondensor di luar ruangan sangat rentan kotor. Matikan daya listrik terlebih dahulu. Bersihkan kisi-kisi kondensor dari debu dengan kuas atau sikat. Selanjutnya, semprot dengan air biasa menggunakan selang. Hindari tekanan air yang terlalu tinggi karena dapat merusak sirip. Pastikan area di sekitarnya tidak terhalang untuk sirkulasi udara yang baik.
5. Penyelesaian dan Pengujian
Setelah semua bagian dalam kering sempurna, pasang kembali filter dan penutup unit indoor. Pastikan semua bagian terkunci dengan baik. Tunggu minimal 2 jam sebelum menyalakan AC. Hidupkan unit dalam mode Fan (kipas) selama 10-15 menit. Langkah ini bertujuan mengeringkan sisa kelembapan di evaporator. Setelah itu, AC siap digunakan dalam mode Cool.
Catatan penting: Pembersihan mandiri ini bersifat perawatan ringan. Untuk perawatan mendalam seperti pengecekan tekanan freon, kebocoran, dan arus listrik, disarankan memanggil teknisi AC bersertifikat setiap 1-2 tahun sekali. Informasi lebih detail tentang perawatan sistem refrigerasi dapat dilihat di situs ASHRAE.
Sumber Referensi:
- United States Environmental Protection Agency (EPA). Indoor Air Quality (IAQ). https://www.epa.gov/indoor-air-quality-iaq.
- ASHRAE. Guidelines for HVAC System Maintenance. https://www.ashrae.org/.


