Dashboard Excel adalah alat visualisasi data yang efektif dan interaktif yang dapat membantu Anda menyajikan informasi penting secara ringkas dan menarik. Dengan dashboard Excel, Anda dapat melacak metrik kinerja, mengidentifikasi tren, menganalisis data, dan membuat keputusan berdasarkan wawasan yang Anda peroleh.
Namun, membuat dashboard Excel yang bagus tidak semudah memasukkan beberapa grafik dan tabel ke dalam lembar kerja. Anda perlu merencanakan, mendesain, dan mengoptimalkan dashboard Anda agar sesuai dengan tujuan dan audiens Anda. Anda juga perlu memastikan bahwa dashboard Anda mudah dipahami, dinavigasi, dan diperbarui.
Dalam artikel ini, Bardimin akan menunjukkan kepada Anda cara membuat dashboard Excel yang menakjubkan dalam 8 langkah mudah. Bardimin akan menggunakan contoh dashboard penjualan yang menampilkan data penjualan bulanan dari sebuah perusahaan. Anda dapat mengikuti langkah-langkah ini untuk membuat dashboard Anda sendiri dengan data Anda sendiri.

Langkah 1: Tentukan Tujuan dan Audiens Dashboard Anda
Langkah pertama dalam membuat dashboard Excel yang menakjubkan adalah menentukan tujuan dan audiens dashboard Anda. Anda perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Apa tujuan utama dashboard Anda? Apa yang ingin Anda capai dengan dashboard Anda?
- Siapa audiens utama dashboard Anda? Siapa yang akan melihat dan menggunakan dashboard Anda?
- Apa pertanyaan utama yang ingin Anda jawab dengan dashboard Anda? Apa yang ingin Anda sampaikan kepada audiens Anda?
- Apa metrik utama yang ingin Anda lacak dengan dashboard Anda? Apa yang ingin Anda ukur dan pantau dengan dashboard Anda?
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, Anda dapat menentukan ruang lingkup, konten, dan tata letak dashboard Anda. Anda juga dapat menyesuaikan dashboard Anda dengan kebutuhan dan preferensi audiens Anda.
Contoh: Dalam kasus dashboard penjualan, tujuan utama dashboard adalah untuk memberikan gambaran umum tentang kinerja penjualan perusahaan. Audiens utama dashboard adalah manajer penjualan dan eksekutif perusahaan. Pertanyaan utama yang ingin dijawab dengan dashboard adalah:
- Bagaimana tren penjualan bulanan perusahaan?
- Apa produk, kategori, dan wilayah penjualan terbaik dan terburuk perusahaan?
- Bagaimana kinerja penjualan perusahaan dibandingkan dengan target dan tahun sebelumnya?
- Apa faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan perusahaan?
Metrik utama yang ingin dilacak dengan dashboard adalah:
- Total penjualan
- Penjualan per produk
- Penjualan per kategori
- Penjualan per wilayah
- Persentase pencapaian target
- Pertumbuhan penjualan tahunan
Langkah 2: Kumpulkan dan Atur Data Anda
Langkah kedua dalam membuat dashboard Excel yang menakjubkan adalah mengumpulkan dan mengatur data Anda. Anda perlu memastikan bahwa data Anda lengkap, akurat, dan relevan dengan tujuan dan audiens dashboard Anda. Anda juga perlu memastikan bahwa data Anda terstruktur dengan baik dan mudah diakses oleh Excel.
Anda dapat mengumpulkan data Anda dari berbagai sumber, seperti basis data, file teks, file CSV, file Excel, atau aplikasi web. Anda dapat mengimpor data Anda ke Excel dengan menggunakan fitur Get & Transform Data (Power Query) atau Data Connection. Anda juga dapat memasukkan data Anda secara manual ke dalam lembar kerja Excel, tetapi ini tidak disarankan karena rawan kesalahan dan tidak efisien.
Setelah Anda mengumpulkan data Anda, Anda perlu mengaturnya dengan cara yang memudahkan Anda untuk menganalisis dan memvisualisasikannya. Anda perlu membersihkan data Anda dari duplikat, kesalahan, nilai yang hilang, atau inkonsistensi. Anda juga perlu menormalkan data Anda dengan menggunakan format yang sesuai, seperti tanggal, angka, atau teks. Selain itu, Anda perlu mengubah data Anda menjadi tabel Excel dengan menggunakan fitur Format as Table. Dengan menggunakan tabel Excel, Anda dapat memanfaatkan fitur-fitur seperti filter, sortir, validasi data, dan referensi terstruktur.
Contoh: Dalam kasus dashboard penjualan, data penjualan bulanan perusahaan disimpan dalam file Excel yang terpisah untuk setiap bulan. Data tersebut memiliki kolom berikut:
- Tanggal
- Produk
- Kategori
- Wilayah
- Harga
- Kuantitas
- Penjualan
- Target
- Tahun Sebelumnya
Untuk mengumpulkan dan mengatur data tersebut, langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Mengimpor semua file Excel ke dalam lembar kerja Excel dengan menggunakan fitur Get & Transform Data (Power Query).
- Menggabungkan semua file Excel menjadi satu tabel dengan menggunakan fitur Append Queries.
- Membersihkan data dari duplikat, kesalahan, nilai yang hilang, atau inkonsistensi dengan menggunakan fitur Remove Rows, Replace Values, Fill, atau lainnya.
- Menormalkan data dengan menggunakan format yang sesuai, seperti tanggal, angka, atau teks dengan menggunakan fitur Change Type.
- Mengubah data menjadi tabel Excel dengan menggunakan fitur Format as Table dan memberi nama tabel sebagai SalesData.
Langkah 3: Buat Model Data Anda
Langkah ketiga dalam membuat dashboard Excel yang menakjubkan adalah membuat model data Anda. Model data adalah kumpulan tabel, kolom, hubungan, dan pengukuran yang digunakan untuk menganalisis dan memvisualisasikan data Anda. Dengan membuat model data, Anda dapat menghubungkan data Anda dari berbagai sumber, membuat pengukuran yang rumit, dan mengelompokkan data Anda berdasarkan atribut yang berbeda.
Anda dapat membuat model data Anda dengan menggunakan fitur Data Model atau Power Pivot di Excel. Anda dapat menambahkan tabel, kolom, hubungan, dan pengukuran ke model data Anda dengan menggunakan fitur Add to Data Model, Create Relationship, atau New Measure. Anda juga dapat menggunakan fitur Power Pivot untuk mengelola dan memodifikasi model data Anda dengan lebih mudah.
Contoh: Dalam kasus dashboard penjualan, model data terdiri dari satu tabel utama, yaitu SalesData, yang berisi data penjualan bulanan perusahaan. Model data juga memiliki beberapa pengukuran yang digunakan untuk menghitung metrik penjualan, seperti:
- Total Sales = SUM(SalesData[Sales])
- Sales per Product = SUMX(VALUES(SalesData[Product]), [Total Sales])
- Sales per Category = SUMX(VALUES(SalesData[Category]), [Total Sales])
- Sales per Region = SUMX(VALUES(SalesData[Region]), [Total Sales])
- Target Achievement = DIVIDE([Total Sales], SUM(SalesData[Target]), 0)
- Yearly Growth = DIVIDE([Total Sales] – CALCULATE([Total Sales], SAMEPERIODLASTYEAR(SalesData[Date])), CALCULATE([Total Sales], SAMEPERIODLASTYEAR(SalesData[Date])), 0)
Untuk membuat model data, langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Menambahkan tabel SalesData ke model data dengan menggunakan fitur Add to Data Model.
- Membuat pengukuran-pengukuran di atas dengan menggunakan fitur New Measure.
- Menggunakan fitur Power Pivot untuk mengelola dan memodifikasi model data dengan lebih mudah.
Langkah 4: Pilih Jenis Visualisasi yang Sesuai
Langkah keempat dalam membuat dashboard Excel yang menakjubkan adalah memilih jenis visualisasi yang sesuai untuk data Anda. Visualisasi adalah cara untuk menyajikan data Anda secara grafis, seperti grafik, tabel, atau peta. Dengan menggunakan visualisasi, Anda dapat menyoroti pola, tren, hubungan, atau anomali dalam data Anda. Anda juga dapat membuat dashboard Anda lebih menarik dan mudah dipahami oleh audiens Anda.
Namun, tidak semua jenis visualisasi cocok untuk semua jenis data. Anda perlu memilih jenis visualisasi yang sesuai dengan tujuan, audiens, dan konteks dashboard Anda. Anda juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah data, dimensi data, dan pesan yang ingin Anda sampaikan.
Berikut adalah beberapa pedoman umum untuk memilih jenis visualisasi yang sesuai:
- Untuk menampilkan data kategorikal, seperti produk, kategori, atau wilayah, Anda dapat menggunakan grafik batang, lingkaran, atau donat.
- Untuk menampilkan data temporal, seperti tanggal, bulan, atau tahun, Anda dapat menggunakan grafik garis, area, atau spline.
- Untuk menampilkan data numerik, seperti harga, kuantitas, atau penjualan, Anda dapat menggunakan grafik kolom, histogram, atau pareto.
- Untuk menampilkan data hierarkis, seperti subkategori, subwilayah, atau subproduk, Anda dapat menggunakan grafik pohon, treemap, atau sunburst.
- Untuk menampilkan data geografis, seperti negara, provinsi, atau kota, Anda dapat menggunakan peta, peta panas, atau peta gelembung.
- Untuk menampilkan data korelasional, seperti hubungan antara dua variabel, Anda dapat menggunakan grafik sebar, gelembung, atau radar.
Anda dapat membuat visualisasi Anda dengan menggunakan fitur Charts, PivotCharts, atau Power View di Excel. Anda dapat memilih jenis visualisasi yang Anda inginkan dari galeri yang tersedia, atau Anda dapat membuat visualisasi Anda sendiri dengan menggunakan fitur Custom Chart. Anda juga dapat menggunakan fitur Format, Design, atau Layout untuk mengubah warna, gaya, atau elemen visualisasi Anda.
Contoh: Dalam kasus dashboard penjualan, jenis visualisasi yang dipilih untuk data penjualan adalah:
- Grafik garis untuk menampilkan tren penjualan bulanan perusahaan.
- Grafik batang untuk menampilkan penjualan per produk, kategori, dan wilayah.
- Grafik lingkaran untuk menampilkan persentase pencapaian target dan pertumbuhan penjualan tahunan.
Untuk membuat visualisasi tersebut, langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Membuat grafik garis dengan menggunakan fitur Charts dan memilih Line Chart dari galeri.
- Menambahkan kolom Date dan Total Sales sebagai sumbu X dan Y dari grafik garis.
- Mengubah warna, gaya, dan judul grafik garis dengan menggunakan fitur Format, Design, atau Layout.
- Membuat grafik batang dengan menggunakan fitur PivotCharts dan memilih Bar Chart dari galeri.
- Menambahkan kolom Product, Category, dan Region sebagai sumbu X dan Sales per Product, Sales per Category, dan Sales per Region sebagai sumbu Y dari grafik batang.
- Mengubah warna, gaya, dan judul grafik batang dengan menggunakan fitur Format, Design, atau Layout.
- Membuat grafik lingkaran dengan menggunakan fitur Charts dan memilih Pie Chart dari galeri.
- Menambahkan kolom Target Achievement dan Yearly Growth sebagai sumbu X dan Y dari grafik lingkaran.
- Mengubah warna, gaya, dan judul grafik lingkaran dengan menggunakan fitur Format, Design, atau Layout.
Langkah 5: Susun Tata Letak Dashboard Anda
Langkah kelima dalam membuat dashboard Excel yang menakjubkan adalah menyusun tata letak dashboard Anda. Tata letak adalah cara Anda mengatur visualisasi, teks, atau elemen lainnya di dalam lembar kerja Excel. Dengan menyusun tata letak yang baik, Anda dapat membuat dashboard Anda lebih rapi, teratur, dan mudah dinavigasi. Anda juga dapat meningkatkan estetika dan keterbacaan dashboard Anda.
Berikut adalah beberapa pedoman umum untuk menyusun tata letak yang baik:
- Gunakan grid untuk membantu Anda menyelaraskan visualisasi Anda dengan rapi dan konsisten. Anda dapat menggunakan fitur Align, Distribute, atau Snap to Grid untuk membantu Anda mengatur grid Anda.
- Gunakan ruang kosong untuk menciptakan jarak antara visualisasi Anda dan menghindari kesan berantakan atau penuh. Anda dapat menggunakan fitur Margins, Padding, atau Spacing untuk membantu Anda mengatur ruang kosong Anda.
- Gunakan warna untuk menciptakan kontras antara visualisasi Anda dan latar belakang. Anda dapat menggunakan fitur Theme, Color, atau Fill untuk membantu Anda mengatur warna Anda.
- Gunakan ukuran untuk menciptakan hierarki antara visualisasi Anda dan menyoroti yang paling penting. Anda dapat menggunakan fitur Size, Scale, atau Resize untuk membantu Anda mengatur ukuran Anda.
- Gunakan teks untuk memberikan judul, label, atau keterangan untuk visualisasi Anda dan menjelaskan apa yang mereka tunjukkan. Anda dapat menggunakan fitur Font, Text Box, atau Shape untuk membantu Anda mengatur teks Anda.
Contoh: Dalam kasus dashboard penjualan, tata letak yang disusun untuk dashboard adalah sebagai berikut:
- Menggunakan grid 3×3 untuk menyelaraskan visualisasi dengan rapi dan konsisten.
- Menggunakan ruang kosong untuk menciptakan jarak antara visualisasi dan menghindari kesan berantakan atau penuh.
- Menggunakan warna biru untuk menciptakan kontras antara visualisasi dan latar belakang putih.
- Menggunakan ukuran besar untuk grafik garis yang menampilkan tren penjualan bulanan, ukuran sedang untuk grafik batang yang menampilkan penjualan per produk, kategori, dan wilayah, dan ukuran kecil untuk grafik lingkaran yang menampilkan persentase pencapaian target dan pertumbuhan penjualan tahunan.
- Menggunakan teks untuk memberikan judul dashboard, label sumbu, dan keterangan grafik.
Langkah 6: Buat Dashboard Anda Interaktif
Langkah keenam dalam membuat dashboard Excel yang menakjubkan adalah membuat dashboard Anda interaktif. Interaktif berarti bahwa dashboard Anda dapat merespons input atau aksi dari pengguna, seperti klik, geser, atau pilih. Dengan membuat dashboard Anda interaktif, Anda dapat membuat dashboard Anda lebih dinamis, fleksibel, dan menarik. Anda juga dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dan lebih kaya kepada audiens Anda.
Berikut adalah beberapa cara untuk membuat dashboard Anda interaktif:
- Gunakan slicer untuk memungkinkan pengguna memfilter data berdasarkan kriteria tertentu, seperti produk, kategori, atau wilayah. Anda dapat menggunakan fitur Slicer atau Timeline untuk menambahkan slicer ke dashboard Anda.
- Gunakan kontrol formulir untuk memungkinkan pengguna mengontrol nilai atau opsi tertentu, seperti target, rentang, atau skenario. Anda dapat menggunakan fitur Form Controls atau ActiveX Controls untuk menambahkan kontrol formulir ke dashboard Anda.
- Gunakan hyperlink untuk memungkinkan pengguna berpindah antara lembar kerja, file, atau situs web yang berbeda. Anda dapat menggunakan fitur Hyperlink atau Link untuk menambahkan hyperlink ke dashboard Anda.
- Gunakan macro untuk memungkinkan pengguna menjalankan tugas atau proses tertentu, seperti mengimpor data, menyegarkan dashboard, atau mengirim email. Anda dapat menggunakan fitur Macro atau VBA untuk menambahkan macro ke dashboard Anda.
Contoh: Dalam kasus dashboard penjualan, cara-cara untuk membuat dashboard interaktif adalah:
- Menambahkan slicer untuk memfilter data berdasarkan produk, kategori, atau wilayah dengan menggunakan fitur Slicer.
- Menambahkan kontrol formulir untuk mengontrol target penjualan dengan menggunakan fitur Form Controls.
- Menambahkan hyperlink untuk berpindah ke lembar kerja yang berisi data penjualan dengan menggunakan fitur Hyperlink.
- Menambahkan macro untuk menyegarkan dashboard dengan menggunakan fitur Macro.
Langkah 7: Uji dan Evaluasi Dashboard Anda
Langkah ketujuh dalam membuat dashboard Excel yang menakjubkan adalah menguji dan mengevaluasi dashboard Anda. Uji dan evaluasi adalah proses untuk memeriksa apakah dashboard Anda berfungsi dengan baik, akurat, dan sesuai dengan tujuan dan audiens Anda. Dengan menguji dan mengevaluasi dashboard Anda, Anda dapat menemukan dan memperbaiki kesalahan, kekurangan, atau masalah yang mungkin ada di dashboard Anda.
Berikut adalah beberapa cara untuk menguji dan mengevaluasi dashboard Anda:
- Gunakan data uji untuk memeriksa apakah visualisasi, pengukuran, dan model data Anda bekerja dengan benar dan menghasilkan nilai yang diharapkan. Anda dapat menggunakan fitur Data Validation, Formula Auditing, atau Error Checking untuk membantu Anda menguji data Anda.
- Gunakan skenario uji untuk memeriksa apakah dashboard Anda interaktif dan responsif terhadap input atau aksi pengguna. Anda dapat menggunakan fitur Test Mode, Debug Mode, atau Step Through untuk membantu Anda menguji interaktivitas Anda.
- Gunakan kriteria evaluasi untuk memeriksa apakah dashboard Anda efektif dan memenuhi tujuan dan audiens Anda. Anda dapat menggunakan fitur Feedback, Survey, atau Rating untuk membantu Anda mengevaluasi dashboard Anda.
Contoh: Dalam kasus dashboard penjualan, cara-cara untuk menguji dan mengevaluasi dashboard adalah:
- Menggunakan data uji untuk memeriksa apakah grafik garis menampilkan tren penjualan bulanan dengan benar, grafik batang menampilkan penjualan per produk, kategori, dan wilayah dengan benar, dan grafik lingkaran menampilkan persentase pencapaian target dan pertumbuhan penjualan tahunan dengan benar.
- Menggunakan skenario uji untuk memeriksa apakah slicer dapat memfilter data berdasarkan produk, kategori, atau wilayah yang dipilih, kontrol formulir dapat mengontrol target penjualan yang diinginkan, hyperlink dapat berpindah ke lembar kerja yang berisi data penjualan, dan macro dapat menyegarkan dashboard dengan data terbaru.
- Menggunakan kriteria evaluasi untuk memeriksa apakah dashboard memberikan gambaran umum tentang kinerja penjualan perusahaan, menjawab pertanyaan utama yang berkaitan dengan penjualan, melacak metrik penjualan yang penting, dan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi manajer penjualan dan eksekutif perusahaan.
Langkah 8: Bagikan dan Perbarui Dashboard Anda
Langkah kedelapan dan terakhir dalam membuat dashboard Excel yang menakjubkan adalah membagikan dan memperbarui dashboard Anda. Membagikan dan memperbarui adalah proses untuk mendistribusikan dan memelihara dashboard Anda agar tetap relevan, akurat, dan berguna. Dengan membagikan dan memperbarui dashboard Anda, Anda dapat menjangkau audiens yang lebih luas, meningkatkan kolaborasi, dan meningkatkan nilai dashboard Anda.
Berikut adalah beberapa cara untuk membagikan dan memperbarui dashboard Anda:
- Gunakan format file yang sesuai untuk menyimpan dan mengirim dashboard Anda, seperti XLSX, PDF, atau HTML. Anda dapat menggunakan fitur Save As, Export, atau Publish untuk membantu Anda membagikan file Anda.
- Gunakan platform yang sesuai untuk membagikan dan menampilkan dashboard Anda, seperti email, situs web, atau aplikasi. Anda dapat menggunakan fitur Share, Embed, atau Link untuk membantu Anda membagikan platform Anda.
- Gunakan jadwal yang sesuai untuk memperbarui dan menyegarkan dashboard Anda, seperti harian, mingguan, atau bulanan. Anda dapat menggunakan fitur Refresh, Schedule, atau Automate untuk membantu Anda memperbarui dashboard Anda.
Contoh: Dalam kasus dashboard penjualan, cara-cara untuk membagikan dan memperbarui dashboard adalah:
- Menggunakan format file XLSX untuk menyimpan dan mengirim dashboard ke manajer penjualan dan eksekutif perusahaan dengan menggunakan fitur Save As dan Email.
- Menggunakan platform situs web untuk membagikan dan menampilkan dashboard ke publik dengan menggunakan fitur Publish dan Embed.
- Menggunakan jadwal bulanan untuk memperbarui dan menyegarkan dashboard dengan data penjualan terbaru dengan menggunakan fitur Refresh dan Schedule.
Kesimpulan
Dashboard Excel adalah alat yang sangat berguna untuk menampilkan data penting secara visual dan ringkas. Dengan dashboard Excel, Anda dapat melacak kinerja, mengidentifikasi tren, mengukur target, dan membuat keputusan yang lebih baik. Dashboard Excel juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda, sehingga Anda dapat membuat dashboard yang sesuai dengan tujuan dan audiens Anda.


